Home » Ragam » Sejarah Unik Dibalik Hari Penerjemah Internasional

Sejarah Unik Dibalik Hari Penerjemah Internasional

Hari penerjemahan Internasional menjadi salah satu hari penting yang tak banyak diketahui. Setiap tahun, perayaannya dilakukan pada tanggal 30 September. Nah, dibalik penetapan hari tersebut ternyata ada sejarahnya yang cukup unik. Berikut selengkapnya!

Sumber artikel: www.enkosa.com

Sejarah hari penerjemah Internasional

Sebelum abad ke 4, bahasa yang dominan digunakan di seluruh Romawi ialah bahasa Yunani. Hal itu dikarenakan para pemimpin Romawi menganggap dan mempercayai jika mereka merupakan pewaris dari kebudayaan Romawi. Meskipun begitu, pada abad ke 4 penggunaan bahasa latin sudah mulai menggantikan posisi bahasa Yunani. Secara otomatis lambat lain tak banyak lagu yang dapat berbahasa Yunani.

Perubahan tersebut tentu membawa masalah besar terhadap Gereja. Mengingat kitab Injil ditulis dengan bahasa Yunani. Semakin sedikitnya umat Kristen yang dapat berbahasa Yunani membuat Gereja mengalami masalah serius. Bagaimana kitab Injil dapat dipahami oleh umat Kristen?

Pada akhirnya, agar kitab tersebut dapat terus memupuk keimanan dan kehidupan Kristen, kita tersebut harus diterjemahkan dalam bahasa latin. Akan tetapi, sayangnya para pendeta Kristen tak berhasil membuat terjemahan yang memuaskan.

Pada akhirnya, tidak ada hasil terjemahan Injil yang disahkan layaknya Injil Yunani sebelumnya. Hal itu dikarenakan Paus Damasus ingin hasil terjemahan Injil terbaik.

Sekitar tahun 382 M Paus menugaskan seorang pendeta muda bernama Jerome untuk menerjemahkan Injil Yunani ke bahasa latin. Jerome adalah sekertaris pribadi Paus yang menguasai beberapa bahasa yakni bahasa Ibrani, Yunani dan Latin.

Tahun 384 M Paus Damasus meninggal dunia sebelum proyek terjemahan Injil selesai. Sedangkan Jerome yang menjadi calon unggulan guna menggantikan Paus tak terpilih dan memilih pergi dari Roma dan menetap di Bethlem. Setidaknya Jerome membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk bisa menerjemahkan naskah Injil dari bahasa aslinya ke bahasa latin.

Jerome menerjemahkan naskah Injil dengan prinsip makna ke makna bukan kata per kata layaknya pendeta-pendeta sebelumnya. Hal itulah yang menjadikan terjemahannya disahkan secara resmi oleh pihak Gereja.

Setelah menuntaskan tugasnya, Jerome meninggal dunia pada tanggal 30 September 420 M. Ia meninggal di Bethlehem. Sejak saat itu, Jerome dianggap sebagai bapak penerjemah juga juru bahasa di seluruh dunia. Tanggal kematiannya bahkan dijadikan sebagai perayaan hari penerjemah Internasional.

Meski telah diusulkan sejak tahun 1953, akan tetapi baru pada 2017 Majlis Umum PBB menyepakati jika tanggal 20 September ditetapkan sebagai hari penerjemah dunia.

Jadi itulah pembahasan mengenai hari penerjemah Internasional. Semoga informasi di atas dapat menjelaskan secara jelas.

Leave a Comment