Home » Bisnis » Apa Itu Buyer Persona: Pengertian dan Manfaat dalam Bisnis

Apa Itu Buyer Persona: Pengertian dan Manfaat dalam Bisnis

Apa itu buyer persona? Kenapa banyak yang sering mengatakan istilah “buyer persona” di dalam dunia bisnis?

Berbisnis itu memang memerlukan modal. Tapi tidak melulu soal modal dan website. Anda juga harus memikirkan tentang target atau sasaran utama yang akan membeli jasa atau produk Anda.

Apapun bisnis Anda, metode yang tepat akan membawa banyak pelanggan. Oleh karena itu persiapkan segala hal dengan matang mulai dari modal, website, media sosial, serta lakukan riset yang benar-benar matang.

Tapi sebelum mulai bisnis, Anda juga harus tahu apa itu buyer persona dalam bisnis?

Memahami Istilah Buyer Persona

Anda pasti sudah familiar dengan target pembeli. Pelaku bisnis harus pandai melakukan riset, sehingga tahu keperluan pasar. Buyer Persona hampir sama dengan target, tapi dalam pengertian yang lebih luas dan detail.

Buyer Persona merupakan sebuah representasi dari pelanggan yang Anda targetkan. Bukan hanya tentang wanita atau pria, tetapi tentang usia, kebiasaan, kesukaan, jenjang pendidikan, dan hal-hal lainnya yang sangat rinci.

Jadi tidak hanya berhenti pada riset bahwa pelanggan adalah orang dewasa berumur 30 sampai 40 tahun saja. Tetapi juga jenis kelaminnya, status pernikahan, jenjang pendidikan, kebiasaan berbelanja, hal-hal yang menjadi kesukaan mereka, serta berapa jumlah anaknya.

Hal ini memang memerlukan ketelitian yang dalam. Anda harus benar-benar matang dan bersungguh-sungguh dalam menentukan “karakter fiksi” sebagai buyer persona tersebut.

Jika Anda berhasil, kesempatan untuk memperoleh pelanggan yang berlimpah bukan hal yang sulit. Anda akan memiliki usaha gemilang dengan prospek yang menjanjikan.

Aspek Penting dalam Membentuk Buyer Persona

Setelah memahami apa itu buyer persona, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal atau aspek pentingnya dahulu.

Sebagaimana pembahasan sebelumnya, Anda perlu melakukan riset dengan mendalam dan matang. Aspek-aspek yang perlu Anda perhatikan antara lain:

  • Siapa saja target pembeli?
  • Apa saja hal-hal yang mereka suka?
  • Berapa rentang usia target pembeli?
  • Apa kegiatan yang sering mereka lakukan?
  • Bagaimana kebiasaan hidup dan belanja mereka?
  • Apakah mereka telah berkeluarga?
  • Apakah mereka telah memiliki anak?
  • Dari mana mereka sering mengetahui produk baru?
  • Apa media sosial yang sering mereka gunakan?

Sejumlah daftar pertanyaan di atas hanyalah contoh dari hal-hal yang harus Anda pahami dalam menciptakan buyer persona. Tentu Anda bisa menambahkan beberapa pertanyaan sesuai dengan keinginan. Asal jangan sesuatu yang sifatnya terlalu privacy.

Baca juga : hosting dengan kemanan maksimal murah

Dengan mendapatkan berbagai informasi secara detail, Anda bisa membuat target yang lebih tepat. Alhasil bisnis akan berkembang dengan baik.

Apa Manfaat Buyer Persona dalam Bisnis?

Di dalam dunia bisnis, buyer persona memegang peranan yang sangat penting. Bisa dikatakan juga sebagai strategi bisnis yang mampu memberikan pencapaian gemilang untuk usaha Anda.

Semakin tahu target pasar dengan baik, semakin besar kemungkinan usaha Anda menjadi tujuan utama para pembeli.

Dengan menciptakan buyer persona secara matang, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat seperti berikut:

  • Memahami siapa saja target pembeli yang Anda inginkan, sehingga Anda bisa menyesuaikan produk atau jasa sesuai keinginan mereka.
  • Mengetahui kebiasaan berbelanja para target pembeli. Apakah mereka suka berbelanja saat tanggal muda, tanggal tua, atau mungkin tidak mempedulikan tanggal. Lalu, apakah mereka suka berbelanja di toko yang memiliki voucher, cashback, dan lain-lain.
  • Memahami metode pembelian yang sering digunakan. Anda jadi tahu apakah target pembeli lebih suka berbelanja online atau secara offline.
  • Mengetahui usia dari target pembeli. Berapa jumlah keluarga, serta berapa anak yang dimiliki. Dengan begitu, Anda bisa mempertimbangkan hal-hal yang dibutuhkan oleh target pembeli.
  • Anda bisa menyesuaikan pelayanan sesuai keinginan target pembeli. Bahkan, Anda juga bisa mengenal target dengan lebih dekat.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan buyer persona. Misalnya melalui penelitian, wawancara, atau dengan menggunakan Google Analytics.

Untuk membuatnya lebih praktis, Anda perlu membuat template untuk memasukkan data dari persona pembeli yang Anda perlukan. Masukkan saja beberapa hal di atas untuk melengkapi data target pembeli.

Gunakan template dengan rapi dan mudah diedit. Sebab seseorang memiliki daya konsumtif yang dinamis. Keperluan yang akan dibeli juga akan meningkat atau mungkin menurun.

Ada satu poin lagi yang harus Anda perhatikan dengan matang, yaitu mengenai buyer persona yang tidak Anda inginkan. Sebab beberapa hal di atas adalah tentang buyer persona positif.

Apa Maksud Buyer Persona yang Tidak Diinginkan?

Persona pembeli yang tidak diinginkan atau disebut juga persona pembeli negatif. Lalu, apa itu buyer persona negatif? Buyer persona negatif adalah orang-orang yang tidak menjadi prioritas Anda sebagai target pembeli.

Mungkin tidak perlu membuatnya secara rinci. Tapi setidaknya Anda harus memiliki gambaran mengenai orang-orang yang tidak masuk dalam daftar persona pembeli. Hal ini juga akan sangat membantu dalam menciptakan pasar yang lebih spesifik.

Menentukan buyer persona memang dianggap sebagai hal yang sangat penting dalam berbisnis. Tetapi di zaman digital seperti sekarang, website juga tidak kalah penting jika dibandingkan dengan target pembeli.

Jika ingin bisnis Anda semakin sukses, Anda juga harus mengimbanginya dengan website berkualitas. Supaya website terlihat terpercaya, domain, hosting, dan SSL sangat diperlukan.

Jadi bukan hanya tentang memahami apa itu buyer persona, tetapi juga menggunakan website berkualitas. Domainesia membantu Anda untuk meningkatkan kualitas website dengan hosting dan domain terbaik.

Leave a Comment